Free Shipping in 🇮🇩 and Special Pouch on orders above IDR500K
Tentang Menstruasi Pertama

Apa yang Perlu Anak Perempuan Tahu Sebelum Menstruasi Pertama

Ditulis oleh Puri Kesuma · Disunting oleh Angelica Raras Anin

Tugas kita sebagai perempuan dan sebagai orang tua bukan hanya menyediakan produk menstruasi di dalam tas mereka, tetapi juga membekali mereka dengan pengertian, rasa aman, dan kepercayaan diri bahwa tubuh mereka sedang melakukan sesuatu yang luar biasa.

Untuk putriku, dan untuk diriku yang berusia 12 tahun.

Flashback ke tahun terakhirku di sekolah dasar. Aku masih ingat suatu siang ketika pulang ke rumah dan mamaku mendapati ada noda di rok sekolahku. Dan mamaku hanya bilang,
"Oh, kamu sudah menstruasi. Kamu harus pakai pembalut."

That’s it. Period.

Tanpa tahu apa itu menstruasi. Kenapa aku menstruasi. Kenapa harus pakai pembalut. Dan banyak pertanyaan lain yang akhirnya harus aku cari tahu sendiri seiring bertambahnya usia.

Dan ternyata, setelah aku tumbuh dewasa, aku sadar kalau pengalamanku bukan sesuatu yang langka. Banyak anak perempuan mengalami menstruasi pertama dengan rasa takut dan kebingungan, karena tidak pernah benar-benar diberi pemahaman tentang apa yang sedang terjadi pada tubuh mereka.

Kamu masih ingat nggak gimana reaksi pertamamu ketika menyadari kalau kamu menstruasi?

Panik?
Bingung?
Malu?
Atau justru sudah siap?

Kalau kamu bereaksi takut dan kebingungan saat pertama kali menstruasi seperti aku, maka kamu nggak sendiri.

Berdasarkan data UNICEF Indonesia, 1 dari 4 anak Indonesia, bahkan beberapa data menunjukkan angka yang lebih tinggi, tidak pernah menerima informasi apapun mengenai menstruasi sebelum mengalami menstruasi pertama mereka. Pengalaman menarche tanpa persiapan sering kali membuat banyak anak perempuan merasa bingung, sedih, bahkan menangis karena mengira tubuh mereka sedang terluka atau sakit.

Survei UNICEF Indonesia juga menunjukkan bahwa 1 dari 7 siswi memilih untuk tidak masuk sekolah saat sedang menstruasi. Alasan yang paling sering muncul adalah rasa stres, cemas, dan takut diolok-olok oleh teman sebaya, terutama teman laki-laki.

Hal ini menunjukkan bahwa stigma menstruasi masih menciptakan lingkungan yang tidak nyaman bagi banyak anak perempuan. Di Indonesia sendiri, rasa malu dan takut darah menstruasi menembus pakaian masih menjadi salah satu ketakutan terbesar yang membuat anak perempuan merasa dipermalukan.

Selain itu, mayoritas remaja putri di Indonesia, sekitar 64,7% hingga 90%, mengandalkan ibu mereka sebagai sumber informasi utama mengenai pubertas dan menstruasi. Namun sayangnya, sangat jarang informasi yang diberikan benar-benar akurat secara medis. Banyak pembicaraan tentang menstruasi hanya berhenti pada cara memakai pembalut atau dipenuhi mitos tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat menstruasi.

Di sekolah pun kondisinya belum jauh berbeda. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 62,1% siswi mengaku tidak pernah mendapatkan edukasi menstruasi dari guru mereka.

Dan mungkin itu alasan kenapa, sekarang saat aku menjadi seorang ibu, aku tidak ingin putriku tumbuh dengan rasa takut yang sama seperti yang pernah aku rasakan.

Karena itu, izinkan aku mengatakan beberapa hal yang dulu sangat ingin aku dengar tentang menstruasi.

Menstruasi Itu Normal dan 100% Alami

Nggak perlu malu ataupun merasa harus sembunyi hanya karena menstruasi. Menstruasi adalah tanda bahwa tubuhmu sehat dan sedang bertumbuh.

Menstruasi adalah bagian alami dari tubuh perempuan. Kamu bahkan bisa menganggapnya seperti software update bulanan dalam tubuhmu.

Dan menstruasi bukan “darah kotor”. Faktanya, darah menstruasi adalah lapisan pelindung rahim yang luruh karena tidak digunakan. Tidak ada yang kotor dari proses itu. Tubuhmu sedang melakukan sesuatu yang luar biasa.

Ada jutaan perempuan di seluruh dunia yang mengalami hal yang sama denganmu. Guru, dokter, atlet favoritmu, bahkan ibumu, semuanya pernah melewati fase ini.

Menstruasi bukan hambatan untuk hidup dan beraktivitas. Ini adalah tanda bahwa tubuhmu sedang bertransformasi menjadi lebih dewasa dan kuat.

Setiap Siklus Itu Unik

Siklus menstruasi dihitung dari hari pertama menstruasi sampai hari pertama menstruasi berikutnya. Rata-rata memang 28 hari, tapi sangat normal kalau siklusmu maju atau mundur, biasanya antara 21-35 hari.

Bisa jadi siklusmu 25 hari, sementara temanmu 30 hari, dan bukan berarti salah satu dari kalian bermasalah.

Ada hari di mana aliran darah terasa deras banget (heavy flow), biasanya di hari pertama atau kedua. Ada juga hari di mana hanya muncul flek (spotting). Ada yang menstruasi selama 3 hari, ada juga yang sampai 7 hari. Selama masih dalam rentang normal, semuanya valid.

Begitu juga dengan pengalaman tubuh setiap orang.

Ada yang merasa tetap penuh energi saat menstruasi. Ada yang harus meringkuk karena nyeri perut. Ada yang jadi lebih sensitif, lebih moody, lebih gampang nangis, atau malah jadi jerawatan.

All experiences are valid.

Yang paling penting adalah belajar mengenali sinyal tubuhmu sendiri. Karena tubuhmu selalu mencoba berbicara padamu.

Rest Is Productive

Kamu berhak untuk beristirahat saat menstruasi.

Saat menstruasi, tubuhmu sedang bekerja ekstra karena adanya perubahan hormon, kontraksi otot rahim, dan perubahan fisik lainnya yang sering membuat tubuh terasa lebih lelah dan tidak nyaman.

Beberapa hal yang biasanya terjadi saat menstruasi antara lain:

  • Kontraksi rahim yang memicu kram perut

  • Perubahan hormon yang mempengaruhi energi dan suasana hati

  • Retensi air yang membuat tubuh terasa lebih berat dan kembung

  • Nafsu makan meningkat (cravings)

  • Tubuh terasa lebih lelah

  • Kulit jadi lebih sensitif atau berjerawat

Karena itu, penting untuk membantu tubuhmu tetap nyaman selama menstruasi dengan cara:

  • Istirahat dan tidur yang cukup

  • Memperhatikan asupan makanan

  • Mengurangi makanan yang memicu kram

  • Memenuhi kebutuhan zat besi dan kalsium

  • Menjaga kebersihan area intim

  • Memilih produk menstruasi yang nyaman dan ramah untuk kulit

Dan ya, tidak apa-apa kalau tubuhmu tidak seaktif biasanya.

Listen to your body. Rest is productive too.

Kenali tubuhmu. Dengarkan tubuhmu. Pilih produk yang nyaman untuk tubuhmu. Dan mari berhenti mewariskan siklus ketidaktahuan ini. Karena ketika seorang anak perempuan memahami tubuhnya sendiri, ia tidak akan mudah dihentikan oleh stigma apa pun. Let’s own our cycle, together.

Menstruasi Bukan Berarti Harus Pakai Pembalut Sekali Pakai

Dulu aku juga tumbuh dengan pemahaman bahwa menstruasi selalu identik dengan pembalut sekali pakai. Padahal, seiring bertambahnya usia, aku belajar bahwa setiap perempuan punya kebutuhan yang berbeda untuk merasa nyaman saat menstruasi.

Ada yang lebih nyaman menggunakan pembalut kain. Ada yang memilih celana dalam menstruasi. Ada juga yang beralih menggunakan menstrual cup.

Yang paling penting bukan sekadar mengikuti kebiasaan, tapi memilih produk yang terasa aman, nyaman, dan ramah untuk tubuhmu sendiri.

Karena kenyamanan saat menstruasi itu penting.

Apalagi untuk perempuan yang sering mengalami gatal, iritasi, atau kemerahan akibat penggunaan produk menstruasi yang kurang cocok di kulit.

Karena itu, penting untuk mulai lebih sadar dengan bahan yang kita gunakan selama menstruasi, termasuk memilih produk yang minim kandungan pewangi, klorin, atau bahan kimia tambahan yang bisa memicu iritasi.

Perfectfit sendiri menyediakan beberapa pilihan produk menstruasi seperti pembalut kain, celana dalam menstruasi, dan menstrual cup yang dirancang lebih ramah kulit dan nyaman digunakan sehari-hari, supaya hari-hari menstruasi terasa sedikit lebih ringan untuk dijalani.

And Yes, You Can Break the Stigma

First of all, let’s speak up.

Jangan lagi takut menyebut kata “menstruasi”.

Selama ini kita terbiasa menggunakan istilah seperti “lagi dapet” atau “tamu bulanan” karena menstruasi dianggap memalukan. Padahal, semakin kita bisa menyebutnya secara langsung, semakin kita membantu orang lain memahami bahwa menstruasi adalah proses biologis biasa, bukan sesuatu yang harus disembunyikan.

Kita juga bisa mulai mematahkan stigma dengan hal-hal kecil.

Menjadi orang pertama yang membantu teman ketika darah menstruasinya tembus ke rok. Menawarkan bantuan saat ada yang sedang menahan nyeri menstruasi. Bukan mengejek, berbisik, atau menertawakan.

Dan ketika mendengar mitos seperti “nggak boleh keramas saat menstruasi” atau “minum es bikin darah membeku”, kita juga bisa membantu meluruskannya dengan fakta, tanpa perlu menghakimi.

Bahkan sesederhana berhenti menyembunyikan pembalut di balik lengan baju pun bisa jadi langkah kecil melawan stigma.

Membawa produk menstruasi bukan sesuatu yang memalukan. Itu tanda bahwa kamu peduli dan bertanggung jawab terhadap tubuhmu sendiri.

Own it.

Untuk Putriku

Aku menulis ini untuk diriku yang berusia 12 tahun, anak perempuan yang pulang sekolah dengan rasa takut karena tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada tubuhnya.

Dan aku menulis ini untuk putriku, agar ketika menstruasi pertamanya datang nanti, ia tidak merasa sendirian.

Karena pada akhirnya, menstruasi bukan sesuatu yang harus disembunyikan. Menstruasi adalah bagian dari tumbuh, bagian dari menjadi perempuan, dan bagian dari tubuh yang layak dipahami dengan rasa aman, bukan rasa malu.

Tugas kita sebagai perempuan dan sebagai orang tua bukan hanya menyediakan produk menstruasi di dalam tas mereka, tetapi juga membekali mereka dengan pengertian, rasa aman, dan kepercayaan diri bahwa tubuh mereka sedang melakukan sesuatu yang luar biasa.

Kesiapan mental anak menghadapi menstruasi pertama perlu dibangun bahkan sebelum menstruasi itu sendiri datang.

Dan jangan biarkan stigma, atau rasa tidak nyaman dari produk yang salah, merusak pengalaman itu.

Kenali tubuhmu. Dengarkan tubuhmu. Pilih produk yang nyaman untuk tubuhmu.

Dan mari berhenti mewariskan siklus ketidaktahuan ini.

Karena ketika seorang anak perempuan memahami tubuhnya sendiri, ia tidak akan mudah dihentikan oleh stigma apa pun.

Let’s own our cycle, together.

Karena setiap perempuan berhak merasa nyaman dengan tubuhnya sendiri,  termasuk saat menstruasi.

Lihat berbagai pilihan produk menstruasi ramah kulit dari Perfectfit di sini:
https://perfectfit.co.id/collections/all

 


 

FAQ Tentang Menstruasi Pertama

Apakah menstruasi pertama normal terjadi saat masih sekolah dasar?

Ya. Menstruasi pertama atau menarche umumnya terjadi pada usia 9–15 tahun dan merupakan bagian normal dari pubertas perempuan.

Apakah siklus menstruasi yang tidak teratur itu normal?

Pada remaja, siklus menstruasi yang maju mundur masih tergolong normal karena tubuh sedang beradaptasi dengan perubahan hormon.

Bagaimana memilih produk menstruasi yang nyaman?

Pilih produk menstruasi yang nyaman untuk kulit, minim kandungan pewangi tambahan, dan sesuai dengan kebutuhan aktivitas sehari-hari.

Apakah celana dalam menstruasi aman untuk remaja?

Ya. Celana dalam menstruasi bisa menjadi alternatif yang nyaman untuk remaja selama digunakan dan dicuci dengan benar.

 

0 comments

Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published