PMS Sudah Berat, Jangan Salah Pilih Period Care: 7 Kebiasaan yang Sering Bikin Menstruasi Makin Nggak Nyaman

PMS Sudah Berat, Jangan Salah Pilih Period Care: 7 Kebiasaan yang Sering Bikin Menstruasi Makin Nggak Nyaman

By Angelica Raras Anindiati Ningtyas

PMS yang biasanya ditandai dengan mood swing, perut bloated, craving aneh-aneh seringnya dianggap “ya emang bawaan badan aja!”. Padahal, banyak ketidaknyamanan saat menstruasi, terutama di hari pertama dan kedua, sebenarnya dipengaruhi oleh kondisi tubuh di fase pre-menstruasi (fase luteal). 

Saat fase luteal, tubuh mengalami fluktuasi hormon yang membuat sistem saraf, kulit, dan respons terhadap nyeri jadi lebih sensitif. Begitu menstruasi dimulai, sensitivitas ini sering “kelihatan” dampaknya, termasuk saat tubuh mulai bersentuhan dengan period care selama berjam-jam.

Tujuh kebiasaan di bawah ini adalah hal-hal yang biasa kita lakukan dan ternyata efeknya paling terasa justru di awal mens, saat tubuh berada di kondisi paling rentan.

  1. Skip Sarapan Saat Gula Darah Lagi Sensitif

Di fase luteal, tubuh butuh energi yang stabil. Saat kita skip sarapan, gula darah jadi naik-turun dan sistem saraf lebih reaktif. Di saat pre-menstruasi, kondisi ini sering terasa seperti pusing atau gampang cranky. Tapi saat menstruasi dimulai, kondisi ini bikin tubuh lebih sensitif terhadap rasa tidak nyaman.

  1. Overtraining Saat Tubuh Butuh Low-Impact

Latihan terlalu berat di fase pre-menstruasi  bisa menaikkan kortisol. Efeknya:

  • nyeri mens terasa lebih kuat

  • mood swing makin lebih terasa

  • badan capek tapi sulit pulih

Saat tubuh masuk menstruasi dalam kondisi stres, ambang toleransi terhadap ketidaknyamanan fisik jadi lebih rendah.

  1. Jam Tidur Acak dan Tidak Konsisten

Hormon tidur (melatonin) berkaitan langsung dengan hormon reproduksi (estrogen dan progesteron). Tidur yang berantakan bikin: perasaan jadi mudah naik turun, badan pegal, tapi otak nggak benar-benar istirahat, dan susah fokus. Di awal menstruasi, kurang tidur sering bikin kulit dan saraf lebih reaktif. Hal-hal kecil yang biasanya bisa ditoleransi jadi terasa jauh lebih mengganggu.

  1. Kopi Berlebihan Supaya Bisa Survive

Saat-saat sebelum menstruasi, tubuh lebih sensitif terhadap kafein. Terlalu banyak kopi bisa memicu: jantung berdebar, anxious, sulit tidur, dan dehidrasi. Dehidrasi sendiri sering bikin cramps terasa lebih intens. Selain itu, secara umum dehidrasi juga mampu membuat kinerja otak jadi lambat dan jadi tidak fokus. 

  1. Kurang Konsumsi Protein

Protein bantu menstabilkan gula darah dan mood. Kalau kurang protein: cepat lelah, gampang emosional, energy kurang stabil di sore hari yang bikin jadi craving makanan yang gak bergizi. Nah, saat tubuh masuk menstruasi dalam kondisi kurang nutrisi, toleransi terhadap rasa nggak nyaman jadi lebih rendah.

  1. Doomscroll Sampai Otak Overstimulated

Di fase pre-menstruasi, otak lebih sensitif terhadap overstimulation. Scroll tanpa henti bikin: susah tidur, pikiran penuh, mood makin fragile keesokan harinya. Kurang tidur + stres = tubuh masuk menstruasi dalam kondisi tidak optimal.

  1. Minum Air Seadanya

Sering banget kita minum air putih ketika ingat saja, padahal penting banget untuk minum air yang cukup, terlebih ketika kita di masa pre-menstruasi . Ujung-ujungnya jika kita lupa, cramps jadi lebih sakit, bloating bertahan lama, dan kulit gampang breakout.Masuk menstruasi tanpa hidrasi yang cukup bikin tubuh lebih cepat “protes”.

Saat PMS Berat, Tubuh Lebih Sensitif di Hari Pertama Menstruasi

Fluktuasi estrogen dan progesteron saat PMS memengaruhi cara tubuh merespons nyeri, stres, dan sentuhan fisik. Ketika menstruasi dimulai, area intim berada di kondisi paling sensitif.

Di fase ini, paparan period care dengan: pewangi sintetis, bahan pemutih, dan lapisan plastik yang minim sirkulasi udara bisa terasa terasa mengganggu. Dan ketika lagi deras-derasnya di hari pertama dan kedua menstruasi efek yang sering dirasakan jika pakai pembalut konvensional mungkin rasa panas dan pengap, gatal atau perih, dan ketidaknyamanan yang membuat cramps dan mood drop terasa lebih berat. Ini bukan karena produknya “langsung berbahaya”, tapi karena tubuh sedang tidak berada di kondisi netral karena hormon yang fluktuatif itu. 

Kenapa Pilihan Period Care Penting Ketika Menstruasi 

Banyak perempuan mulai lebih memperhatikan pilihan period care bukan saat menstruasi akan datang , tapi setelah menyadari bahwa hari pertama dan kedua menstruasi terasa paling berat.

Saat pre-menstruasi dan menstruasi tubuh cenderung:

  • lebih reaktif

  • lebih mudah iritasi

  • lebih sensitif terhadap panas dan lembab 

Di titik inilah, period care yang breathable dan minim iritasi terasa sangat membantu.

Beberapa opsi yang sering dipertimbangkan:

  • reusable pad berbahan cotton yang breathable dan nyaman dipakai

  • period underwear dari bahan cotton, modal, bamboo

  • menstrual cup dari silikon yang BPA-Free

Pilihan terbaik tetap yang paling sesuai dengan kondisi tubuh dan kenyamanan pribadi.

Period Care sebagai Bagian dari Self-Care Saat Menstruasi

Mengelola siklus perempuan bukan cuma soal makanan, olahraga, atau tidur. Tapi juga soal mengurangi beban tambahan saat menstruasi benar-benar dimulai, termasuk dari apa yang bersentuhan langsung dengan tubuh selama berjam-jam.

Sebagai contoh, reusable pad berbahan 100% cotton seperti yang digunakan pada produk Perfectfit sering dipilih karena dikenal lebih lembut dan breathable, terutama untuk tubuh yang sensitif di hari-hari awal menstruasi. Pre-menstruasi / luteal phase  bukan sekadar fase emosional. Ini adalah fase persiapan tubuh menuju menstruasi.

Cara kita merawat tubuh di fase ini akan menentukan seberapa nyaman hari-hari awal mens terasa, termasuk bagaimana tubuh merespons period care yang digunakan.

FAQ: Period Care & PMS

Apakah reusable pad aman digunakan saat menstruasi hari pertama?

Aman, selama bahannya breathable dan rutin diganti. Banyak yang justru merasa reusable pad lebih nyaman dibanding pembalut sekali pakai di awal menstruasi.

Apakah bahan period care benar-benar berpengaruh ke kenyamanan mens?

Yes, jika bahan-bahan yang digunakan mengandung banyak kimia berbahaya seperti klorin (pemutih), phthalates (plastik), pewangi, dll - bisa mempengaruhi keseimbangan hormon dan kesehatan reproduksi. Perfectfit merekemondasikan untuk pakai bahan yang lebih alami: tidak mengandung klorin dan pewangi; jika bisa memilih produk reusable (pakai ulang) akan lebih baik. 

 Mana yang lebih cocok di awal menstruasi: menstrual cup atau reusable pad?

Tergantung preferensi dan kondisi tubuh. Untuk yang mudah iritasi di area luar, reusable pad atau period underwear sering terasa lebih nyaman. Untuk kamu yang aktif olahraga (renang, lari, yoga, pilates, padel) pakai menstrual cup terasa jauh lebih nyaman.









0 comments

Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published