two factory worker holding a sign "I made your underwear" and a black underwear. The image has a title of the first period underwear made in Indonesia & certified toxic-free!

By Tungga Dewi

5 Hal Penting Mengenai Period Underwear atau Celana Dalam Menstruasi

Akhir-akhir ini, mulai banyak iklan dan postingan yang mungkin kamu lihat mengenai celana dalam menstruasi atau period underwear! Dari mulai brand internasional (Thinx, Modibodi) hingga brand lokal (Perfect Fit). Munculnya inovasi celana dalam menstruasi dikarenakan banyaknya masalah yang perempuan sering alami ketika menstruasi: gatal, lembab, dan sampah.
Sebelum kita memilih celana dalam menstruasi yang cocok, 5 hal penting dibawah ini bisa dijadikan acuan untuk kamu mengenal lebih dekat celana dalam menstruasi atau period underwear yang sedang trending!
1. Apa itu celana dalam menstruasi?
Celana dalam menstruasi adalah inovasi produk menstruasi yang dibuat menyerupai celana dalam biasa, namun dengan tambahan material khusus yang dapat menyerap darah menstruasi tanpa merasakan lembab.
Lapisan yang digunakan dalam celana dalam menstruasi terdiri lapisan penyerap yang memiliki memiliki fitur moisture-wicking (anti lembab) serta lapisan waterproof untuk mencegah kebocoran. Lapisan terluar dari celana dalam menstruasi biasanya adalah bahan katun atau nylon, sehingga terlihat seperti celana dalam biasa.
Biasanya celana dalam menstruasi bisa menyerap cairan hingga 15-25 ml atau setara dengan 4 pembalut reguler. Sehingga, celana dalam menstruasi bisa menggantikan pembalut sekali pakai kita dan/atau produk menstruasi lain.
2. Bagaimana cara menggunakannya?
Kamu dapat menggunakan celana dalam menstruasi saat kamu menstruasi. Cara pakai celana dalam menstruasi sama dengan memakai celana dalam pada umumnya.
Penting untuk kamu mengganti celana dalam menstruasi-mu setiap 6-8 jam sekali atau sesuai dengan kebutuhanmu. Banyak brand celana dalam menstruasi (termasuk Perfect Fit) menggunakan lapisan anti-microbial yang berguna untuk mengurangi timbulnya bau.
Perlu diingat juga, mengganti celana dalam secara berkala dapat membuatmu merasa lebih segar dan mencegah timbulnya bakteri.
3. Siapa yang bisa pakai celana dalam menstruasi?
Semua orang yang menstruasi atau kita sebut menstruator bisa menggunakan celana dalam menstruasi! Menstruasi adalah proses normal dan natural yang terjadi dalam organ reproduksi seorang perempuan.
4. Bagaimana cara cuci dan perawatannya?
Bilas celana dalam menstruasi dengan air dingin sesegera mungkin setelah dilepas sampai air mulai jernih. Kemudian, cuci celana dalam kamu dengan air dan sabun atau deterjen yang tidak memiliki pemutih. Cuci hingga bersih, kamu bisa lihat dari air perasan dan bau di celana dalamnya.
Jika kamu punya mesin cuci, kamu juga bisa cuci celana dalam menstruasi di mesin cuci menggunakan air dingin. Untuk mengeringkan, disarankan untuk jemur celana dalam menstruasi kamu di bawah sinar matahari dan jangan menggunakan mesin pengering bertekanan tinggi karena dapat merusak lapisan waterproof nya.
Jika sudah kering, letakan celana dalam menstruasi-mu di tempat yang bersih dan tidak lembab.
5. Mengapa kamu harus coba?
Banyak banget manfaat pakai celana dalam menstruasi, diantaranya:
COMFORT: celana dalam menstruasi jauh lebih nyaman dan superior daripada pembalut. Tidak ada lagi rasa gatal, lembab, atau bulky seperti ketika kamu pakai pembalut!
GREEN: celana dalam menstruasi adalah alternatif ramah lingkungan karena bisa digunakan hingga 2 – 5 tahun. FYI, seorang perempuan harus pakai 100 pembalut untuk menampung menstruasinya selama setahun. Jika beralihke celana dalam menstruasi, kamu bisa mengurangi sampah pembalut tersebut.
COST-SAVING: kamu bisa hemat pengeluaran setiap bulannya untuk membeli pembalut. Setiap tahun, kita mengeluarkan Rp600,000 untuk beli pembalut x 5 tahun = Rp3 juta. Setengah dari pengeluaran tersebut bisa disimpan jika kita membeli produk ramah lingkungan, seperti celana dalam menstruasi.
Jadi, semakin penasaran kan dengan celana dalam menstruasi? Kamu bisa coba beli satu dulu disini dan rasakan perbedaanya!

0 comments

Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published