diagram of menstrual cycle: menstrual phase, follicular phase, ovulation phase, and luteal phase

By Riesa Putri

Apakah Menstruasi-ku Normal? 3 Hal yang Perlu Dipahami Tentang Menstruasi yang Normal

Menstruasi merupakan proses alami yang terjadi pada perempuan yang sudah masuk usia reproduktif (10-49 tahun). Namun, banyak perempuan yang sering mengeluh bahwa menstruasinya terasa tidak normal.

Lalu bagaimana kita mengetahui menstruasi yang normal dan teratur ? Perfect Fit ingin membagikan tiga tips penting dibawah ini:

1. Pahami empat fase dalam siklus menstruasi-mu
Tahukah kamu bahwa periode menstruasi kita hanyalah salah satu fase dari siklus menstruasi kita? Yap, setiap bulan tubuh kita menjalankan siklus lengkap yang terdiri dari empat fase berbeda. Setiap fase siklus memiliki karakteristik dan gejalanya sendiri.

Secara definisi, siklus menstruasi adalah siklus yang terjadi pada tubuh kita dimulai saat hari pertama menstruasi sampai hari pertama menstruasi selanjutnya. Ada empat fase dalam siklus menstruasi:

  • Fase Menstruasi: siklus menstruasi dimulai saat kita mengalami menstruasi hari pertama. Fase ini terjadi selama 3 - 7 hari. Pada fase ini lah darah keluar melalui vagina dari hasil luruhnya dinding rahim dan sel telur. Pada fase ini, kita bisa merasakan kram atau sedikit sakit karena kontraksi pada dinding rahim yang luruh menjadi darah menstruasi.
  • Fase Pra-ovulasi atau fase folikuler: setelah fase menstruasi selesai, sel telur mulai berkembang membuat lapisan-lapisan folikuler dan dinding rahim perlahan meneball. Ini lah yang disebut fase pra-ovulasi atau fase folikuler.
  • Fase Ovulasi: fase ini biasa disebut masa subur karena sel telur telah matang dan siap dibuahi oleh sperma. Pada fase ini, folikel yang dominan akan pecah dan mengeluarkan sel telur, kemudian bergerak menuju rahim melalui tuba falopi.
  • Fase Pre-menstruasi atau fase luteal: jika tidak terjadi pembuahan, maka sel telur akan bergerak dari tuba falopi ke rahim. Pada fase ini, kadar estrogen dan progesteron akan menurun dan menyebabkan peluruhan pada dinding rahim dan sel telur untuk memasuki periode menstruasi.

2. Mulai Lacak durasi siklus menstruasimu
Siklus menstruasi seorang perempuan sangatlah berbeda-beda, sehingga rentang siklus menstruasi normal bisa berlangsung selama 21-35 hari. Jika siklus menstruasi-mu berlangsung dalam 21-25 hari, maka siklus tersebut disebut siklus pendek. Jika siklus menstruasi berlangsung selama 28-30 hari, maka siklus tersebut disebut siklus menengah. Untuk kamu yang mengalami siklus menstruasi berlangsung selama 30-35 hari, maka kamu memiliki siklus menstruasi panjang.

Jika kamu memiliki siklus menstruasi yang pendek, mungkin kamu merasa mengalami menstruasi dua kali sebulan. Misalnya, menstruasi mu terjadi pada tanggal 3 Juli, kemudian menstruasi selanjutnya terjadi pada tanggal 25 Juli. Jangan khawatir, menstruasi mu masih normal karena siklus menstruasi sekitar 21-22 hari.

Salah satu cara untuk mengetahui jumlah siklus menstruasi mu adalah dengan mencatatnya . Ada dua cara praktis untuk mencatat siklus menstruasi yaitu dengan menggunakan kalender menstruasi dan menggunakan aplikasi pelacak menstruasi (period tracker). Pencatatan siklus menstruasi ini sangat penting untuk memahami apa yang terjadi pada tubuh kita karena kondisi tubuh, mood dan perasaan seorang perempuan dapat dipengaruhi oleh siklus menstruasi. Contohnya kita jadi tahu kapan kita merasakan energi penuh, percaya diri atau saat-saat sakit dan sensitif terhadap sekitar.

Untuk mencatat siklus menstruasimu, kamu bisa mengunduh template kalender menstruasi gratis dari Perfect Fit disini.

Saat mencatat siklus menstruasi, perhatikan juga darah yang keluar saat menstruasi. Normalnya, perempuan mengeluarkan hingga 80ml darah, atau setara dengan 5 sendok makan. JIka darah yang keluar melebihi 80ml, segera periksa dan berkonsultasi dengan petugas kesehatan.

3. Kenali rasa sakit ketika menstruasi, sakit yang berlebihan tidak normal
Saat menstruasi, kita biasanya mengalami kram dan rasa berat di perut bagian bawah. Kram terjadi ketika rahim kita berkontraksi untuk membantu meluruhkan darah menstruasi. Payudara pun akan terasa berat dan keras. Beberapa level rasa sakit saat menstruasi itu normal.

Sakit nyeri mu masih pada level normal jika merasakan nyeri ringan yang timbul dan hilang pada hari pertama dan kedua, dan masih bisa beraktivitas seperti biasa. Namun, jika rasa sakit kamu rasakan sangat berlebihan yang tidak hilang setelah kamu minum obat pereda sakit, sehingga menyebabkan kamu kesulitan beraktivitas normal, maka kamu perlu memeriksakan hal tersebut ke petugas kesehatan.

Rasa sakit yang sangat berlebihan ketika menstruasi disebut dengan dismenor (dysmenorrhea). Dismenor bisa jadi karena beberapa hal, seperti penggunaan kontrasepsi IUD copper atau perubahan ekstrem dalam pola hidup. Lebih lanjut, dismenor juga bisa menjadi penanda penyakit yang berhubungan dengan menstruasi seperti endometriosis, fibroid, infeksi radang panggul, dan adenomysis.

Jadi, segeralah konsultasi ke petugas kesehatan jika kamu merasakan sakit atau nyeri yang hebat dan berkelanjutan walaupun sudah minum obat. Sehingga menyebabkan kamu tidak bisa beraktivitas seperti masuk sekolah atau kantor.


Intinya, untuk mengetahui menstruasi yang normal, kamu harus melakukan tiga hal: paham siklus menstruasi, catat panjang siklus tiap bulannya, dan kenali gejala setiap menstruasi (seperti jumlah darah dan rasa sakit). Jadi berapa lama siklus kamu dan gejala apa saja yang kamu rasakan di setiap fase? Kamu bisa catat dan lacak perubahan yang kamu alami pada kalender menstruasi, download gratis disini.


Ingin tau lebih banyak informasi tentang menstruasi? Join our #NoLimitPeriods movements dengan mengikuti Instagram kami atau subscribe newsletter kami!

0 comments

Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published